• 27

    Apr

    Kajian Sederhana dan Apa Adanya Tentang: PENGANGKATAN NON MUSLIM DALAM PEMERINTAHAN (Sebuah Pandangan dan Analisa Syari) Yang disusun oleh Dewan Syariah Daerah PKS Surakarta

    Mukadimah Ada semacam fatwa dari Dewan Syariah Daerah PKS Surakarta tentang pengangkatan non muslim dalam pemerintahan yang pada pokoknya berisi tentang diperbolehkannya di dalam syariat Islam seorang muslim memilih atau mengangkat warga negara non muslim (baca: kafir) untuk menjadi pemimpin: gubernur, bupati dan walikota atau wakil-wakilnya. Meskipun keluarnya fatwa tersebut tidak kurang dan tidak lebih kecuali sekedar penjustifikasian pembenaran dengan payung syariah atas sikap partai yang menamakan dirinya sebagai partai dawah itu dalam memberikan dukungannya kepada salah satu pasangan CAWALI yang beragama Islam dan CAWAWALINYA yang beragama Katholik dalam pemilukada di kota Solo tahun 2010, toh akhirnya riak-riak gelombangnya berbuntut kepada timbulnya keresahan dan kebingungan dika
  • 6

    Apr

    Kitab Riyadhus Shalihin

    Sekilas Tentang Kitab Riyadhus ShalihinA:hover {color: #808080} Di antara para ulama yang memberikan perannya dalam menjaga dan menulis As Sunnah adalah Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawy ad-Dimasyqy (631-676 H) yang termasuk...
  • 4

    Apr

    Bahaya Hadits Dlaif Dan Mawdlu (Palsu)

    Di antara bencana besar yang menimpa kaum Muslimin sejak periode-periode pertama adalah tersebar luasnya hadits-hadits Dlaif (lemah) dan Mawdlu (palsu) di tengah mereka. Tidak ada seorang pun yang dikecualikan di sini sekalipun mereka adalah kalangan para ulama mereka kecuali beberapa gelintir orang yang dikehendaki Allah, di antaranya para imam hadits dan Nuqqaad (Para Kritikus hadits) seperti Imam al-Bukhary, Ahmad, Ibn Main, Abu Hatim ar-Razy dan ulama lainnya. Penyebaran yang secara meluas tersebut mengakibatkan banyak dampak negatif, di antaranya ada yang terkait dengan masalah-masalah aqidah yang bersifat ghaib dan di antaranya pula ada yang berupa perkara-perkara Tasyri (Syariat). Adalah hikmah Allah Taala Yang Maha Mengetahui, bahwa Dia tidak membiarkan hadits-hadits y
  • 14

    Dec

    Kesalahan Dalam Menyikapi Tahun Baru Hijriyah

    Sebentar lagi kita akan memasuki tanggal 1 Muharram 1431 H. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya nabi shallallahu alaihi wa sallam karena hijrah beliau adalah garis pembatas antara yang haq dan yang batil. Dalam menghadapi tahun baru hijriyah ini, sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. Mereka tidak mau mencukupkan diri dengan ajaran nabi. Padahal Ibnu Masud mengatakan pada kita: ITTABIU WA LAA TABTADIU FAQOD KUFITUM, KULLU BIDATIN DHOLALAH (Ikutilah ajaran nabi. Janganlah kalian membuat bidah. Ajaran Nabi sudah cukup bagi kalian. Ketahuilah bahwa setiap bidah adalah sesat).(Diriwayatkan oleh Ath Thobrony). Beberapa kekeliruan inilah yang kita akan bahas sekarang. Semoga Allah memudahkan urusan ini. KEKELIRUAN PERTAMA: Mengamalkan do
  • 10

    Dec

    Bulan Muharam Bukan Bulan Sial

    Bulan Muharram telah tiba, jangan mengadakan hajatan pada bulan ini, nanti bisa sial. Begitulah kata sebagian sebagian orang di negeri ini. Ketika hendak mengadakan hajatan, mereka memilih hari/bulan yang dianggap sebagai hari/bulan baik yang bisa mendatangkan keselamatan atau barakah. Dan sebaliknya, mereka menghindari hari/bulan yang dianggap sebagai hari-hari buruk yang bisa mendatangkan kesialan atau bencana. Seperti bulan Muharram (Suro) yang sudah memasyarakat sebagai bulan pantangan untuk keperluan hajatan. Bahkan kebanyakan mereka meyakininya sebagai prinsip dari agama Islam. Apakah memang benar hal ini disyariatkan atau justru dilarang oleh agama? Maka simaklah kajian kali ini, dengan penuh tawadhu untuk senantiasa menerima kebenaran yang datang dari Al Quran dan As Sunnah sesuai
- Next

Author

Follow Me