Kajian Sederhana dan Apa Adanya Tentang: PENGANGKATAN NON MUSLIM DALAM PEMERINTAHAN (Sebuah Pandangan dan Analisa Syar’i) Yang disusun oleh Dewan Syari’ah Daerah PKS Surakarta

April 27th, 2010 by bingung

Mukadimah

Ada semacam fatwa dari Dewan Syari’ah Daerah PKS Surakarta tentang pengangkatan
non muslim dalam pemerintahan yang pada pokoknya berisi tentang diperbolehkannya di
dalam syari’at Islam seorang muslim memilih atau mengangkat warga negara non muslim
(baca: kafir) untuk menjadi pemimpin: gubernur, bupati dan walikota atau wakil-wakilnya.
Meskipun  keluarnya fatwa tersebut tidak kurang dan tidak lebih
kecuali sekedar penjustifikasian – pembenaran dengan payung syari’ah – atas sikap partai yang
menamakan dirinya sebagai partai da’wah itu dalam memberikan dukungannya kepada salah
satu pasangan CAWALI yang beragama Islam dan CAWAWALINYA yang beragama Katholik
dalam pemilukada di kota Solo tahun 2010, toh akhirnya riak-riak gelombangnya berbuntut
kepada timbulnya keresahan dan kebingungan dikalangan sebagian ummat Islam surakarta dan
sekitarnya.

Disisi lain dalam rangka menangkal dan menghindari pemutar balikan nilai-nilai
syari’ah yang suci oleh sekelompok tertentu dalam mencapai satu kepentingan sesaat dengan
mengatas namakan Islam, maka perlu adanya kajian ulang terhadap fatwa tersebut secara
serius, arif dan kepala dingin yang berpijak di atas obyektifitas syar’i sehingga segala sesuatunya
bisa menjadi jelas dan kembali seperti apa adanya, dan tidak dengan mudah fatwa satu
kelompok tertentu dengan intteres tertentu pula diatas namakan sebagai perpanjangan dari
apa yang telah dibahas oleh para ulama’ dan mufassirin dalam kitab-kitab mereka terdahulu.
Fatwa Dewan Syari’ah Daerah PKS Surakarta tersebut secara sistematika dibagi menjadi
lima kajian utama yang masing-masing akan kita kaji sesuai dengan kemampuan. Read the rest of this entry »

Kitab Riyadhus Shalihin

April 6th, 2010 by bingung

Sekilas Tentang Kitab Riyadhus ShalihinA:hover {color: #808080}

picture-046Di antara para ulama yang memberikan perannya dalam menjaga dan menulis As Sunnah adalah Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawy ad-Dimasyqy (631-676 H) yang termasuk dalam jajaran ulama besar di abad ke-7 hijriah, beliau memiliki hasil karya yang banyak lagi bermanfaat dalam pembahasan yang beraneka ragam, karya-karya beliau telah mendapatkan pujian dan sanjungan serta perhatian yang besar dari para ulama sehingga mereka mempelajari, mengambil faedah dan menukil dari karya-karya beliau tersebut. Read the rest of this entry »

Bahaya Hadits Dla’if Dan Mawdlu’ (Palsu)

April 4th, 2010 by bingung

Di antara bencana besar yang menimpa kaum Muslimin sejak periode-periode pertama adalah tersebar luasnya hadits-hadits Dla’if (lemah) dan Mawdlu’ (palsu) di tengah mereka. Tidak ada seorang pun yang dikecualikan di sini sekalipun mereka adalah kalangan para ulama mereka kecuali beberapa gelintir orang yang dikehendaki Allah, di antaranya para imam hadits dan Nuqqaad (Para Kritikus hadits) seperti Imam al-Bukhary, Ahmad, Ibn Ma’in, Abu Hatim ar-Razy dan ulama lainnya.
Read the rest of this entry »

Kesalahan Dalam Menyikapi Tahun Baru Hijriyah

Desember 14th, 2009 by bingung

Sebentar lagi kita akan memasuki tanggal 1 Muharram 1431 H. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena hijrah beliau adalah garis pembatas antara yang haq dan yang batil.

Dalam menghadapi tahun baru hijriyah ini, sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. Mereka tidak mau mencukupkan diri dengan ajaran nabi. Padahal Ibnu Mas’ud mengatakan pada kita:
ITTABI’U WA LAA TABTADI’U FAQOD KUFITUM, KULLU BID’ATIN DHOLALAH (Ikutilah ajaran nabi. Janganlah kalian membuat bid’ah. Ajaran Nabi sudah cukup bagi kalian. Ketahuilah bahwa setiap bid’ah adalah sesat).(Diriwayatkan oleh Ath Thobrony).

Beberapa kekeliruan inilah yang kita akan bahas sekarang. Semoga Allah memudahkan urusan ini. Read the rest of this entry »

Bulan Muharam Bukan Bulan Sial

Desember 10th, 2009 by bingung

“Bulan Muharram telah tiba, jangan mengadakan hajatan pada bulan ini, nanti bisa sial.” Begitulah kata sebagian sebagian orang di negeri ini. Ketika hendak mengadakan hajatan, mereka memilih hari/bulan yang dianggap sebagai hari/bulan baik yang bisa mendatangkan keselamatan atau barakah. Dan sebaliknya, mereka menghindari hari/bulan yang dianggap sebagai hari-hari buruk yang bisa mendatangkan kesialan atau bencana. Seperti bulan Muharram (Suro) yang sudah memasyarakat sebagai bulan pantangan untuk keperluan hajatan. Bahkan kebanyakan mereka meyakininya sebagai prinsip dari agama Islam. Apakah memang benar hal ini disyariatkan atau justru dilarang oleh agama? Read the rest of this entry »